Administrasi Server Jaringan

Konfigurasi IP Address (Debian & Ubuntu)

Panduan praktikum konfigurasi alamat IP Statis dan DHCP Client pada Debian Server (/etc/network/interfaces) dan Ubuntu Server (Netplan YAML), IP Aliasing, DNS Resolver, serta pengujian koneksi jaringan.

Konfigurasi IP Address (Debian & Ubuntu)

Pengaturan alamat IP (IP Address) merupakan langkah paling fundamental dalam administrasi server jaringan. Tanpa konfigurasi IP yang benar, server tidak dapat saling berkomunikasi dengan komputer client, gateway, maupun jaringan internet.

Pada modul ini, Anda akan mempelajari perbandingan dan cara mengonfigurasi IP Address di Debian GNU/Linux (menggunakan /etc/network/interfaces) dan Ubuntu Server (menggunakan Netplan YAML).

Jobsheet Praktikum 03: Administrasi Server Jaringan
Waktu Praktikum: 4 x 45 Menit
Tingkat SMK: XI / XII TJKT (TKJ)

1. Konsep Interface Jaringan pada Linux

Pada Linux modern, nama interface jaringan tidak lagi selalu diawali dengan eth0 atau eth1, melainkan menggunakan Predictable Network Interface Names berdasarkan lokasi hardware/PCI bus.

Contoh Nama Interface:

  • lo : Loopback interface (127.0.0.1), digunakan untuk komunikasi internal server.
  • enp0s3 / enp0s8 : Interface Ethernet pada VirtualBox.
  • ens33 / ens160 : Interface Ethernet pada VMware.
  • eth0 : Interface Ethernet standar pada container atau Linux legacy.

Perintah Pengecekan Interface:

Untuk melihat daftar interface jaringan yang tersedia di server, jalankan:

ip a
# atau
ip link show

Tips: Perhatikan status interface apakah UP (aktif) atau DOWN (non-aktif).


2. Konfigurasi IP Address di Debian GNU/Linux

Debian menggunakan utilitas tradisional ifupdown yang file konfigurasinya berada di /etc/network/interfaces.

A. Membuka File Konfigurasi

Gunakan editor nano dengan akses superuser (root / sudo):

sudo nano /etc/network/interfaces

B. Konfigurasi IP Statis (Static IP)

Skenario IP Statis umum digunakan pada server utama agar alamat IP tidak berubah-ubah.

# Auto-start interface saat sistem boot
auto enp0s3
iface enp0s3 inet static
    address 192.168.100.10/24
    gateway 192.168.100.1
    dns-nameservers 8.8.8.8 1.1.1.1

Penjelasan Parameter:

  • auto enp0s3 : Mengaktifkan interface enp0s3 secara otomatis saat booting.
  • iface enp0s3 inet static : Mengatur interface menggunakan mode IP Statis (IPv4).
  • address : Menentukan IP Address dan CIDR Netmask (/24 = 255.255.255.0).
  • gateway : Menentukan IP Router / Gateway menuju internet.
  • dns-nameservers : Alamat DNS Server pencari domain (Google DNS / Cloudflare).

C. Konfigurasi IP Dinamis (DHCP Client)

Jika server dirancang untuk menerima IP otomatis dari router/DHCP Server:

auto enp0s3
iface enp0s3 inet dhcp

D. Konfigurasi IP Tambahan (IP Aliasing / Virtual IP)

IP Aliasing berguna jika 1 kartu jaringan (NIC) membutuhkan lebih dari 1 alamat IP.

# IP Tambahan / Secondary IP
auto enp0s3:1
iface enp0s3:1 inet static
    address 10.10.10.10/24

E. Menerapkan Konfigurasi Jaringan Debian

Setelah menyimpan file (Ctrl + O -> Enter -> Ctrl + X), restart layanan jaringan:

sudo systemctl restart networking

Atau matikan dan hidupkan kembali interface secara spesifik:

sudo ifdown enp0s3 && sudo ifup enp0s3

3. Konfigurasi IP Address di Ubuntu Server (Netplan)

Mulai versi Ubuntu 18.04 LTS hingga versi terbaru (Ubuntu 24.04 LTS), Ubuntu menggunakan Netplan sebagai alat konfigurasi jaringan berbasis file YAML di /etc/netplan/.

Aturan Penting Format YAML Netplan:
  1. Gunakan SPASI (bukan TAB) untuk membuat indentasi.
  2. Indentasi bersifat Case Sensitive dan bertingkat (biasanya 2 atau 4 spasi).
  3. Titik dua (:) harus diikuti oleh spasi sebelum menuliskan nilai parameter.

A. Membuka File Konfigurasi Netplan

Cek nama file YAML di direktori /etc/netplan/:

ls -l /etc/netplan/

Buka file YAML yang tersedia (misal 50-cloud-init.yaml atau 01-netcfg.yaml):

sudo nano /etc/netplan/50-cloud-init.yaml

B. Konfigurasi IP Statis (Static IP Netplan)

network:
  version: 2
  renderer: networkd
  ethernets:
    ens33:
      dhcp4: no
      addresses:
        - 192.168.100.20/24
      routes:
        - to: default
          via: 192.168.100.1
      nameservers:
        addresses:
          - 8.8.8.8
          - 1.1.1.1

Penjelasan Parameter Netplan:

  • version: 2 : Versi spesifikasi Netplan.
  • renderer: networkd : Menggunakan backend systemd-networkd (standar server).
  • dhcp4: no : Mematikan alokasi IP otomatis IPv4.
  • addresses : Daftar IP Address yang ditugaskan ke interface (format array - IP/Subnet).
  • routes : Menggantikan sintaks gateway4 (deprecated). to: default via 192.168.100.1 menentukan default gateway.
  • nameservers : Alamat DNS resolver.

C. Konfigurasi IP Dinamis (DHCP Client Netplan)

network:
  version: 2
  renderer: networkd
  ethernets:
    ens33:
      dhcp4: true

D. Multiple IP Address (Secondary IP) pada Netplan

Cukup tambahkan elemen IP baru di bawah blok addresses:

      addresses:
        - 192.168.100.20/24
        - 10.10.10.20/24

E. Pengujian & Menerapkan Konfigurasi Netplan

Uji Coba Konfigurasi Tanpa Merusak

Gunakan netplan try untuk menguji apakah ada kesalahan sintaks. Sistem akan melakukan otomatis rollback jika tidak direspon dalam 120 detik:

sudo netplan try

Terapkan Konfigurasi Permanen

Jika sintaks benar dan aman, terapkan perubahan:

sudo netplan apply

Debugging Jika Terjadi Error

Jika netplan apply gagal, jalankan perintah debug untuk melihat pesan kesalahan indentasi:

sudo netplan --debug apply

4. Konfigurasi Resolver DNS (/etc/resolv.conf)

DNS Resolver bertugas menerjemahkan nama domain (seperti google.com) menjadi alamat IP.

A. Melihat Konfigurasi DNS Active

cat /etc/resolv.conf

Isi file /etc/resolv.conf:

nameserver 8.8.8.8
nameserver 1.1.1.1

B. DNS pada Distro Modern (systemd-resolved)

Pada Ubuntu Server modern, /etc/resolv.conf dikelola oleh service systemd-resolved. Untuk mengecek DNS yang aktif secara realtime:

resolvectl status

5. Command Line Pengujian & Troubleshooting Jaringan

Setelah mengonfigurasi IP Address, lakukan pengujian koneksi menggunakan perintah CLI berikut:

PerintahFungsi / Tujuan PengujianContoh Penggunaan
ip aMemeriksa apakah IP Address telah terpasang di interfaceip a show enp0s3
ip routeMemeriksa tabel routing & IP Default Gatewayip r
pingMenguji konektivitas layer 3 ke Gateway atau Internetping 192.168.100.1
ping 8.8.8.8
tracerouteMelacak jalur jaringan yang dilalui paket (hop)traceroute 8.8.8.8
nslookupMenguji apakah resolusi nama domain DNS berfungsinslookup google.com
ss -tulpnMemeriksa socket dan port jaringan yang sedang Listeningsudo ss -tulpn

6. Tabel Komparasi Debian vs Ubuntu Configuration

Fitur / KomponenDebian GNU/LinuxUbuntu Server
File Konfigurasi Utama/etc/network/interfaces/etc/netplan/*.yaml
Format FilePlain Text / INI-styleYAML (Indentasi Spasi)
Utilitas Backendifupdown / networking servicenetplan + systemd-networkd
Perintah Restartsystemctl restart networkingnetplan apply
Uji Coba Amanifdown & ifupnetplan try
Parameter Gatewaygateway 192.168.100.1routes: -> via: 192.168.100.1

7. Jobsheet Praktikum Siswa

  1. Debian Lab: Konfigurasikan Debian Server Anda dengan IP Statis 192.168.10.10/24, Gateway 192.168.10.1, dan DNS 8.8.8.8. Restart service jaringan dan tunjukkan hasil ip a serta ping 8.8.8.8.
  2. Ubuntu Lab: Konfigurasikan Ubuntu Server menggunakan Netplan dengan IP Utama 192.168.10.20/24 dan Secondary IP 172.16.10.20/24. Jalankan sudo netplan apply.
  3. Inter-Server Ping: Lakukan pengujian ping dari Ubuntu Server ke Debian Server (ping 192.168.10.10) dan pastikan paket Reply (0% packet loss).
  4. Ambil screenshot file /etc/network/interfaces dan /etc/netplan/*.yaml untuk dilampirkan pada Laporan Praktikum ASJ.

Sudah Selesai Mempelajari Modul Ini?

Tandai modul ini untuk mencatat progress belajar Anda.